ACARA BEDAH BUKU CHAIRUL TANJUNG SI ANAK SINGKONG

Guru-guru SMA Unggulan CT Foundation Berfoto Bersama Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita Chairul Tanjung.

HUT CT ARSA FOUNDATION KE-11 TAHUN

Photo Bersama Tim Manajemen SMAU CT Foundation Bersama Perwakilan Yayasan CT Arsa Foundation di Jakarta.

Pelatihan Instruktur Nasional (IN) Guru Pembelajar Tahun 2016

Photo Bersama Tim IN Guru Pembelajar Tingkat SMA Bidang Studi Matematika Tahun 2016 Saat Selesai Pelatihan.

DISKUSI BERSAMA SISWA SMAU CT FOUNDATION DI LUAR KBM

Erwin Dahsyat Sedang Diskusi Bersama Siswa Tentang Perkembangan Dunia Pendidikan.

TAMASYA KE SAMOSIR DANAU TOBA SUMUT

Semua Pegawai, Guru, dan Tim Manajemen Mengikuti Pelatihan Sambil Bertamasya di Samosir Danau Toba SUMUT Tahun 2012.

Friday, February 15, 2013

TUGAS GURU KE DEPAN

Guru di abad informasi ini memiliki tugas berat untuk merangsang kembali minat siswa terhadap pesan-pesan pembelajaran yang dilakukan di kelas dengan membuat peristiwa pembelajaran di kelas semenarik kemasan pembelajaran yang dijumpai di luar kelas. Tugas berat ini tidak mudah dilaksanakan sehingga perlu ada reorientasi pendidikan guru. Reorientasi ini dilakukan karena perubahan paradigma pembelajaran dari paradigma behavioristik kepada paradigma humanistik konstruktivis. Dengan demikian, orientasi pendidikan guru kini dan ke depan tidak hanya menyiapkan para guru dengan kemampuan mengajar yang baik, tetapi juga kemampuan merancang dan mengelola pembelajaran.

Itu berarti penguasaan terhadap bidang ajaran (Subject Matter) bukan lagi menjadi tekanan utama. Sebaliknya, bagaimana mengelola kelas dan mengemas bahan ajar secara menarik mungkin, sehingga bisa merangsang minat belajar siswa. Para guru juga harus menguasai psikologi anak dan cara mempengaruhi mereka untuk bisa belajar. Mengetahui tahapan perkembangan anak saja tidak cukup, lebih dari itu bagaimana dengan pengetahuan dapat menjadi landasan untuk mengemas peristiwa belajar yang menarik bagi mereka. Dengan demikian, guru harus mengembangkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Dalam hal ini, ada beberapa pengajuan premis, di antaranya adalah:
  1. Siswa adalah subjek yang unik, dan keunikan ini harus dipertimbangkan dalam melibatkan mereka untuk mengambil tanggung jawab atas kegiatan belajarnya.
  2. Perbedaan unik siswa mencakup keadaan emosional, pikiran, perasaan, kecakapan belajar, gaya belajar, kemampuan, bakat, dan atribut-atribut non-akademis.
  3. Belajar merupakan suatu proses konstruktif, dan paling baik dilakukan jika apa yang dipelajari relevan dan bermakna begi siswa sesuai pengetahuan dan pengalaman sebelumnya.
  4. Belajar paling baik terjadi dalam suatu lingkungan yang positif dimana ada interaksi dan hubungan interpersonal yang positif dan menyenangkan sehingga siswa merasa dihargai dan diakui.
  5. Belajar pada dasarnya adalah proses alamiah, maka secara alamiah memiliki rasa ingin tahu dan berminat untuk mempelajari dan menguasai dunianya.
Demokratisasi pembelajaran menuntut guru yang:
(1) Sabar, peka dan toleran terhadap kemampuan belajar siswa yang berbeda-beda. (2) Menggunakan aneka pendekatan pembelajaran yang adaptif terhadap perbedaan individual siswa. (3) Berorientasi pada tugas, terfokus, dan menyajikan pelajaran dengan cara menarik dan melibatkan. (4) Menggunakan humor dan pujian. (5) Menyajikan informasi secara jelas dan memastikan siswa telah memahami apa yang telah dipelajari.

Salam Dahsyat,
Erwin Syahputra, M.Pd

Wednesday, February 13, 2013

3 CARA BERPIKIR ORANG SUKSES

Semua ingin sekali menjadi orang yang sukses. Sebenarnya apa sih yang dibutuhkan agar sukses? Ternyata orang yang sukses itu punya cara pikir dan respon yang beda terhadap situasi."Rumusnya mudah, events plus responses sama dengan outcomes. Intinya respon Anda menentukan hasil nantinya". Bisa saja orang mengatakan jika Anda tidak becus melakukan pekerjaan Anda, berarti Anda bodoh, dan mereka mengatakan anak TK pun bisa melakukan pekerjaan Anda dengan lebih baik. Selanjutnya, respon Anda terhadap kritik itu yang menentukan hasilnya. Bila respon Anda ke arah Negatif seperti malas bekerja dan rendah diri, maka pekerjaannya makin jauh dari hasil yang diharapkan. Dengan demikian, bila Anda bisa merubah semua itu maka Anda akan menghasilkan performa yang luar biasa seperti yang Anda inginkan.
Ada tiga respon yang bisa Anda kendalikan dalam hidup Anda, yakni:
Hilangkan Kata Negatif 
Cobalah untuk selalu menggunakan kalimat positif. Buang kalimat  yang menggunakan kata "jangan". Misalkan, "Jangan malas belajar"  atau "Jangan nonton TV sampai larut malam" Sebagai gantinya. "Saya akan belajar lebih baik lagi" atau "Saya akan nonton satu jam lalu tidur"
 
Buat Deklarasi Positif 
"Banyak sekali dari kita yang mengeluarkan pernyataan yang tanpa sadar menjadi sugesti dan kenyataan dalam hidup kita. Contohnya, saya tak akan mendapatkan nilai yang bagus yang saya inginkan atau saya tidak mampu mendapatkan rangking pertama. Nah, kejadian deh". Seharusnya kita selalu memberikan pernyataan yang positif dalam hati kita, misalnya; “Mulai sekarang, saya selalu mendapatkan nilai yang tidak bagus, nah itu dulu, Sekarang nilai saya selalu mendapatkan nilai yang sangat baik atau saya tidak bisa mendapatkan rangking pertama, nah itu dulu, tapi sekarang saya bisa mendapatkan rangking itu dan ternyata mudah kok untuk mendapatkannya". Dengan deklarasi positif demikian, menjadikan kita termotivasi untuk meraihnya, karena pernyataan tersebut sudah tertanam di dalam hati kita, dan yakin kita pasti “BISA” 

Naikan Level Vibrasi Anda 
"Jika Anda mengatakan hal negatif pada self talk Anda, maka Anda sedang menurunkan level vibrasi Anda" Seharusnya Anda berkata; Mulailah mengatakan pada diri Anda hal-hal yang positif saja seperti: "Saya memutuskan harus mendapatkan nilai yang bagus untuk semester ini" atau "Saya sedang dalam proses menjadi sukses"

Salam Dahsyat,


Erwin Syahputra, M.Pd