SISWA yang suka membuat masalah di kelas bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena punya masalah belajar, ingin mendapatkan perhatian, atau aspek lain. Bahkan ada siswa yang apabila dilarang justru malakukan larangan tersebut. Untuk mengatasinya, langkah yang bisa Anda lakukan adalah deteksi awal apa sebenarnya yang membuat anak suka membikin ulah. Dekati dan ajak bicara dia baik-baik, akan lebih baik orang tua diajak bicara.
Beberapa temuan menunjukan bahwa problem yang dihadapi siswa, sering disebabkan masalah yang dibawa dari keluarga di rumah. LIBATKAN GURU BK di sekolah untuk ikut mendeteksi masalah anak tersebut dan memberi masukan langkah apa yang bisa diambil untuk mengatasinya sehingga anak tidak lagi membuat masalah dikelas. Siswa seperti ini apabila dihukum dalam bentuk apapun tidak akan jera. Bahkan, justru akan semakin nakal bila kita tidak mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Memberi hukuman bersifat mendidik yang Anda terapkan adalah penting untuk perkembangan mentalnya walaupun dalam kasus tertentu hukuman memang efektif untuk memberikan efek jera kepada anak. Namun, sering kali hukuman tidak selalu efektif untuk kasus lain.
Setiap anak dikarunia potensi kecerdasan yang berbeda. Ada anak yang sangat hebatdi bidang matematika tetapi lemah dalam kemampuan sosial dan sebaliknya. Sebagai guru, Anda mungkin sering menjumpai anak yang kemampuan akademiknya kurang, namun memiliki prilaku yang baik. Hal tersebut ternyata menyulitkan Anda dalam proses kenaikan kelas. Kenaikan kelas bagi siswa merupakan prasyarat agar siswa siap mengikuti pelajaran pada jenjang kelas yang lebih tinggi. Untuk itu, dalam mengambil keputusan apakah siswa naik atau tidak, guru harus mempertimbangkan berbagai aspeksecara komprehensif, baik kecapaian akademik, kesiapan belajar, perkembangan sosial, perkembangan akhlak maupun pertimbangan lain.
Berbagai komponen tersebut harus dibuat kriteria yang jelas sehingga mudah untuk mengevaluasinya. Bila siswa masih memenuhi batas minimal dari berbagai kriteria tersebut, tidak ada salahnya dinaikan. Namun sebaliknya, bila siswa dinaikan justru mengalami kesulitan baru, maka dia bisa saja tetap tinggal kelas. Prinsipnya, siswa perlu dinaikan atau tidak harus didasarkan pertimbangan mana yang terbaik untuk siswa. Bila PERLU ajak orang tua untuk ikut memikirkannya mana yang terbaik bagi siswa ke depan.
Ada baiknya bila siswa diajak belajar di luar kelas. Sebab, dengan belajar di luar kelas, materi pelajaran lebih kontekstual, mudah dipahami, dan belajar menjadi lebih bermakna karena langsung dikaikan dengan problem yang dihadapi dalam kehidupan. Jadwalnya bisa saja dilakukan seminggu sekali, satu bulan sekali, atau satu semester sekali tergantung tema dan kemampuan sekolah. Ada baiknya, pelajaran di luar kelas disusun secara terintegrasi yang melibatkan beberapa bidang studi sehingga lebih komprehensif dan efisien.

















