ACARA BEDAH BUKU CHAIRUL TANJUNG SI ANAK SINGKONG

Guru-guru SMA Unggulan CT Foundation Berfoto Bersama Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita Chairul Tanjung.

HUT CT ARSA FOUNDATION KE-11 TAHUN

Photo Bersama Tim Manajemen SMAU CT Foundation Bersama Perwakilan Yayasan CT Arsa Foundation di Jakarta.

Pelatihan Instruktur Nasional (IN) Guru Pembelajar Tahun 2016

Photo Bersama Tim IN Guru Pembelajar Tingkat SMA Bidang Studi Matematika Tahun 2016 Saat Selesai Pelatihan.

DISKUSI BERSAMA SISWA SMAU CT FOUNDATION DI LUAR KBM

Erwin Dahsyat Sedang Diskusi Bersama Siswa Tentang Perkembangan Dunia Pendidikan.

TAMASYA KE SAMOSIR DANAU TOBA SUMUT

Semua Pegawai, Guru, dan Tim Manajemen Mengikuti Pelatihan Sambil Bertamasya di Samosir Danau Toba SUMUT Tahun 2012.

Sunday, September 30, 2012

Tips Cerdas Atasi Siswa Bermasalah

SISWA yang suka membuat masalah di kelas bisa disebabkan berbagai faktor. Bisa karena punya masalah belajar, ingin mendapatkan perhatian, atau aspek lain. Bahkan ada siswa yang apabila dilarang justru malakukan larangan tersebut. Untuk mengatasinya, langkah yang bisa Anda lakukan adalah deteksi awal apa sebenarnya yang membuat anak suka membikin ulah. Dekati dan ajak bicara dia baik-baik, akan lebih baik orang tua diajak bicara.


Beberapa temuan menunjukan bahwa problem yang dihadapi siswa, sering disebabkan masalah yang dibawa dari keluarga di rumah. LIBATKAN GURU BK di sekolah untuk ikut mendeteksi masalah anak tersebut dan memberi masukan langkah apa yang bisa diambil untuk mengatasinya sehingga anak tidak lagi membuat masalah dikelas. Siswa seperti ini apabila dihukum dalam bentuk apapun tidak akan jera. Bahkan, justru akan semakin nakal bila kita tidak mengetahui permasalahan yang dihadapinya. Memberi hukuman bersifat mendidik yang Anda terapkan adalah penting untuk perkembangan mentalnya walaupun dalam kasus tertentu hukuman memang efektif untuk memberikan efek jera kepada anak. Namun, sering kali hukuman tidak selalu efektif untuk kasus lain.

Setiap anak dikarunia potensi kecerdasan yang berbeda. Ada anak yang sangat hebatdi bidang matematika tetapi lemah dalam kemampuan sosial dan sebaliknya. Sebagai guru, Anda mungkin sering menjumpai anak yang kemampuan akademiknya kurang, namun memiliki prilaku yang baik. Hal tersebut ternyata menyulitkan Anda dalam proses kenaikan kelas. Kenaikan kelas bagi siswa merupakan prasyarat agar siswa siap mengikuti pelajaran pada jenjang kelas yang lebih tinggi. Untuk itu, dalam mengambil keputusan apakah siswa naik atau tidak, guru harus mempertimbangkan berbagai aspeksecara komprehensif, baik kecapaian akademik, kesiapan belajar, perkembangan sosial, perkembangan akhlak maupun pertimbangan lain.

Berbagai komponen tersebut harus dibuat kriteria yang jelas sehingga mudah untuk mengevaluasinya. Bila siswa masih memenuhi batas minimal dari berbagai kriteria tersebut, tidak ada salahnya dinaikan. Namun sebaliknya, bila siswa dinaikan justru mengalami kesulitan baru, maka dia bisa saja tetap tinggal kelas. Prinsipnya, siswa perlu dinaikan atau tidak harus didasarkan pertimbangan mana yang terbaik untuk siswa. Bila PERLU ajak orang tua untuk ikut memikirkannya mana yang terbaik bagi siswa ke depan. 

Ada baiknya bila siswa diajak belajar di luar kelas. Sebab, dengan belajar di luar kelas, materi pelajaran lebih kontekstual, mudah dipahami, dan belajar menjadi lebih bermakna karena langsung dikaikan dengan problem yang dihadapi dalam kehidupan. Jadwalnya bisa saja dilakukan seminggu sekali, satu bulan sekali, atau satu semester sekali tergantung tema dan kemampuan sekolah. Ada baiknya, pelajaran di luar kelas disusun secara terintegrasi yang melibatkan beberapa bidang studi sehingga lebih komprehensif dan efisien.


Wednesday, September 19, 2012

Cara Tepat Memelihara Emosi


EMOSI sangat memegang peranan penting dalam kehidupan individu, akan memberikan warna kepada kepribadian, aktivitas serta penampilannya dan juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan kesehatan mentalnya. Agar kesejahteraan dan kesehatan mental ini tetap terjaga, maka individu perlu melakukan beberapa usaha untuk memelihara emosi-emosinya yang konstruktif. Adapun beberapa cara untuk memelihara emosi yang konstruktif, adalah sebagai berikut:

  • Bangkitkan Rasa Humor. Yang dimaksud rasa humor disini adalah rasa senang, rasa gembira, dan rasa optimisme. Seseorang yang memiliki rasa humor tidak akan mudah putus asa, ia akan bisa tertawa meskipun sedang menghadapi kesulitan.
  • Peliharalah Emosi-emosi yang Positif, jauhkanlah Emosi Negatif . Dengan selalu mengusahakan munculnya emosi positif, maka sedikit sekali kemungkinan individu akan mengalami emosi negatif. Kalaupun ia menghayati emosi negatif, tetapi diusahakan yang intensitasnya rendah, sehingga masih bernilai positif.
  • Senantiasa Berorientasi kapada Kenyataan. Kehidupan individu memiliki titik tolak dan sasaran yang akan dicapai. Agar tidak bersifat negatif, sebaiknya individu selalu bertolak dari kenyataan, apa yang dimiliki dan bisa dikerjakan, dan ditujukan kepada pencapaian sesuatu tujuan yang nyata juga.
  • Kurangi dan Hilangkan Emosi yang Negatif. Apabila individu telah terlanjur menghadapi emosi yang nagatif, segeralah berupaya untuk mengurangi dan menghilangkan emosi-emosi tersebut . Upaya tersebut dapat dilakukan melalui: pemahaman apa yang menimbulkan emosi tersebut, pengembangan pola-pola tindakan atau respons emosional, mengadakan pencurahan perasaan, dan pengikisan akan emosi-emosi yang kuat......... 

Tuesday, September 18, 2012

Guru Harus Paham Psikologi Pendidikan

Secara etimologis, psikologi berasal dari kata "psyche" yang berarti jiwa atau napas hidup, dan "logos" yang berarti ilmu. Dilihat dari arti kata tersebut seolah-olah psikologis merupakan ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Jika kita mengacu pada salah satu syarat ilmu yakni adanya objek yang dipelajari, maka tidaklah tepat jika kita mengartikan psikologi sebagai ilmu jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang jiwa, karena jiwa merupakan sesuatu yang bersifat abstrak dan tidak bisa diamati secara langsung. 


Berkenaan dengan objek psikologi ini, maka yang paling mungkin untuk diamati dan dikaji adalah manifestasi dari jiwa itu sendiri yakni dalam bentuk prilaku individu dalam beriteraksi dengan lingkungannya. Dengan demikian, psikologi kiranya dapat diartika sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang prilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Psikologi terbagi ke dalam dua bagian yakni psikologi umum (general phsychology) yang mengkaji prilaku pada umumnya dan psikologi khusus yang mengkaji prilaku khusus dalam situasi khusus, di antaranya:
  • Psikologi Perkembangan. Mengkaji prilaku individu yang berada pada proses perkembangan mulai dari masa konsepsi sampai pada akhir hayat.
  • Psikologi Kepribadian. Mengkaji prilaku individu khusus dilihat dari aspek-aspek kepribadiannya.
  • Psikologi Pendidikan. Mengkaji prilaku individu dalam situasi pendidikan.
  • Psikologi Industri. Mengkaji prilaku individu dalam kaitannya dengan dunia industri.
  • Psikologi Klinis. Mengkaji prilaku individu untuk keperluan penyembuhan.
Di samping itu jenis-jenis psikologi yang disebutkan di atas, masih terdapat berbagai jenis psikologi lainnya, bahkan sangat mungkin ke depannya akan semakin terus berkembang, sejalan dengan perkembangan kehidupan yang semakin dinamis dan kompleks. Psikologi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ilmu karena didalamnya telah memiliki kriteria persyaratan suatu ilmu, yakni:
  • Ontologis. Objek dari psikologis pendidikan adalah perilaku-perilaku individu yang terlibat langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan, seperti peserta didik, pendidik, administrator, orang tua peserta didik dan masyarakat pendidikan.
  • Epistemologis. Teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip dan dalil-dalil psikologis pendidikan yang dihasilkan berdasarkan upaya sistematis melalui berbagai studi longitudinal maupun study cross sectional, baik secara pendekatan kualitatif maupun pendekatan kuantitatif.
  • Aksiologis. Manfaat dari psikologis pendidikan terutama sekali berkenaan dengan pencapaian efisiensi dan efektivitas proses pendidikan.
Dengan demikian, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang psikologi yang secara khusus mengkaji prilaku individu dalam konteks situasi pendidikan dengan tujuan untuk menemukan berbagai fakta, generalisasi dan teori-teori psikologi berkaitan dengan pendidikan, yang diperoleh melalui metode ilmiah tertentu, dalam rangka pencapaian efektivitas proses pendidikan............

Semoga menjadi bahan masukan.....

Pelatihan Konten Guru MIPA dan Sosial


SMA Unggulan CT foundation Medan telah mengadakan pelatihan Konten khususnya untuk guru-guru MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi). Pelatihan ini dilaksanakan selama 5 hari di mulai dari tanggal 3-7 September 2012, dimana selama 3 hari (3-5 September 2012) adalah pelatihan konten untuk guru-guru MIPA dan selama 2 hari (6-7 September 2012) adalah teaching practice di kelas untuk semua guru-guru SMA Unggulan CT foundation Medan.   
Adapun para instruktur didatangkan dari Tim Konsultan SMA Unggulan CT foundation Medan yakni Surya Institut (SI) Jakarta. Kegiatan pelatihan bagi guru pada dasarnya merupakan suatu bagian yang integral dari manajemen dalam bidang ketenagaan di sekolah dan merupakan upaya untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan guru sehingga pada gilirannya diharapkan para guru dapat memperoleh keunggulan kompetitif dan dapat memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Dengan kata lain, mereka dapat bekerja secara lebih produktif dan mampu meningkatkan kualitas kinerjanya. 

Dengan demikian, manfaat pelatihan bagi guru di antaranya: (1) membantu para guru membuat keputusan dengan lebih baik; (2) meningkatkan kemampuan para guru menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapinya; (3) terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional; (4) timbulnya dorongan dalam diri guru untuk terus meningkatkan kemampuan kerjanya; (5) peningkatan kemampuan guru untuk mengatasi stress, frustasi dan konflik yang pada gilirannya memperbesar rasa percaya pada diri sendiri; (6) tersedianya informasi tentang berbagai program yang dapat dimanfaatkan oleh para guru dalam rangka pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan intelektual; (7) meningkatkan kepuasan kerja; (8) semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang; (9) makin besarnya tekad guru untuk lebih mandiri; dan (10) mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan. 
Dengan pelatihan ini, diharapkan ke depan SMA Unggulan CT foundation Medan akan meraih banyak prestasi baik tingkat Nasional maupun Internasional. Amin.......
Salam Sukses, 
Guru Matematika SMA Unggulan CT foundation Medan
Erwin Syahputra, M.Pd

Mengenal Psikologi Perkembangan Anak


Penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi, atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologi dari usia prasekolah dan usia anak.

Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang prilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristikperilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja yang menyebabkan perubahan itu. Hingga kemudian "Psikologi Anak" berubah dan berkembang menjadi "Perkembangan Anak". Hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu. Perkembangan anak berbeda dengan psikologi anak karena 3 hal, yakni sebagai berikut:
  1. Psikologi anak lebih menitikberatkan pada isi atau hasil perkembangan sedangklan perkembangan anak mengenai proses dari hal tersebut. Misalnya, meskipun keduanya mempelajari masalah bicara, pada psikologi anak penekanannya lebih pada perbendaharaan kata anak dan apa yang dikatakannya. Sedangkan perkembangan anak penekanannya adalah pada bagaimana seorang anak belajar bicara, dan kondisi yang menyebabkan variasi dalam pola ini.
  2. Perkembangan anak lebih menekankan peran lingkungan dan pengalaman ketimbang psikologi anak. Tentu saja hal ini tidak berarti bahwa psikologi anak mengabaikan peran lingkungan dan pengalaman, tetapi penekanan hal tersebut lebih kurang daripada yang dilakukan para ahli psikologi perkembangan.
  3. Psikologi anak mempunyai satu tujuan utama yakni mempelajari bidang perilaku anak yang berbeda, sedangkan perkembangan anak mempunyai enam tujuan yakni: (a) Menemukan apa saja karakteristik perubahan usia dalam penampilan, perilaku, minat, dan tujuan dari suatu periode perkembangan ke periode yang lain. (b) Untuk menemukan kapan perubahan ini terjadi. (c) Untuk menemukan dalam kondisi apa saja terjadi perubahan ini. (d) Untuk menemukan bagaimana perubahan ini mempengaruhi perilaku anak. (e) Untuk menemukan perubahan ini dapat diramalkan atau tidak. (f) Untuk menemukan apakah perubahan ini sifatnya individu atau sama bagi semua anak.
Pergeseran dalam minat dan tujuan ini berarti bahwa dibutuhkan jauh lebih banyak lagi penelitian. Psikologi perkembangan anak merupakan lapangan yang jauh lebih luas dibandingkan dengan psikologi anak, sehingga terjadi perkembangan kajian lebih komprehensif dan kompleks dalam hal kajian anak.


Sunday, September 16, 2012

STATISTIKA 1

  1. Nilai rata-rata ulangan matematika dari suatu kelas adalah 6,9. Jika dua siswa baru yang nilainya 4 dan 6 digabungkan, maka nilai rata-rata kelas tersebut menjadi 6,8. Tentukan banyak siswa semula.
  2. Nilai rata-rata ulangan kelas A adalah R1 dan kelas B adalag R2. Setelah kedua kelas digabung nilai rata-ratanya adalah R. Jika R1 : R2 = 10 : 9 dan R : R2 = 85 : 81. Tentukan perbandingan banyaknya siswa di kelas A dan kelas B.
  3. Nilai rata-rata dari 20 bilangan adalah 14,2. Jika rata-rata dari 12 bilangan pertama adalah 12,6 dan ratarata dari 6 bilangan berikutnya adalah 18,2. Tentukan rata-rata bilangan terakhir.
  4. Lima orang karyawan A, B, C, D, dan E mempunyai pendapatan sebagai berikut: pendapatan A sebesar 1/2 pendapatan E, pendapatan B lebih Rp 100.000,00 dari A, pendapatan C lebih Rp 150.000,00 dari A, dan pendapatan D kurang Rp 180.000,00 dari E. Bila rata-rata pendapatan kelima karyawan tersebut Rp 525.000,00. Tentukan pendapatan karyawan D.
  5. Kelas A terdiri dari 45 siswa dan kelas B terdiri dari 40 siswa. Nilai rata-rata kelas A, 5 lebih tinggi dari rata-rata kelas B. Apabila kedua kelas digabung maka nilai rata-ratanya menjadi 58. Tentukan rata-rata kelas A.
  6. Nilai rata-rata ulangan matematika dari 40 siswa SMA adalah 70. Jika seorang siswa yang nilainya 100 dan 3 orang siswa yang nilainya masing-masing 30 tidak dimasukan dalam perhitungan. Tentukan nilai rata-ratanya.
  7. Tentukan standar deviasi dari data: 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9.

PELUANG 2

  1. Sekeping uang logam dilemparkan 30 kali. Berapa frekuensi harapan muncul gambar.   
  2. Sebuah dadu dilemparkan sebanyak 60 kali. Berapa frekuensi harapan muncul nomor dadu 5. 
  3. Menurut perkiraan cuaca peluang hujan untuk satu hari pada bulan september 2011 adalah 0,2. Berapa kalikah hujan yang diharapkan terjadi pada bulan tersebut. 
  4. Peluang sebuah obat akan dapat menyembuhkan suatu penyakit adalah 0,95. Berapa orang  yang tidak dapat sembuh jika dicobakan pada 200 tester. 
  5. 2 bola diambil secara acak dari sebuah kantong yang terdiri dari 10 bola merah dan 8 bola biru. Berapa peluang mendapatkan sedikitnya satu bola biru. 
  6.  Diketahui himpunan semesta S = (1, 2, 3, ................., 12). Jika A = (habis dibagi 2), dan B = (habis dibagi 4). Tentukanlah peluang :   a. P(A)    b. P(B)    c. P(A ∩  B)     d. P(A - B) 
  7. Sebuah dadu sisi enam dilambungkan  dua kali. Berapakah peluang bahwa nomor yang muncul pada lemparan pertama adalah 2 dan nomor yang muncul pada lemparan kedua lebih dari 2. 
  8. Sebuah tas berisi 5 bola hitam dan 3 bola putih. Diambil secara acak dua kali berturut-turut masing-masing satu bola, tanpa pengembalian. Berapa peluang mendapatkan keduanya bola putih. 
  9. Dalam sebuah kantong terdapat 8 bola merah, 7 bola kuning, dan 5 bola hijau yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama. Tiga bola diambil secara acak satu persatu tanpa pengembalian. Berapa peluang mendapatkan ketiga bola itu berturut-turut berwarna merah – kuning – hijau.  
  10. Pada sebuah kolam terdapat 8 ikan mas, 6 ikan mujair, dan 4 ikan tawes. Seorang pemancing mendapatkan 4 ikan selama ia mancing. Berapa peluang ia mendapatkan sedikitnya 2 ekor ikan mujair. 
  11. Jika himpunan S = (1, 2, 3, 4, 5, ...., 9), A =(1, 3, 5), dan B =(2, 4, 6, 8), tentukan peluang (Bc – A).


PELUANG 1

  1. Jika C(n, r) menyatakan banyaknya kombinasi r elemen dari n elemen dan C(n, 2) = 2n. Tentukan nilai dari C(2n, 7).
  2. Seorang murid diminta mengerjakan 9 dari soal ulangan, tetapi nomor 1 sampai dengan nomor 5 harus dikerjakan. Berapa banyaknya pilihan yang dapat diambil murid tersebut.
  3. Berapa banyak bilangan antara 2000 dan 6000 yang dapat disusun dari angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan tidak ada angka yang sama.
  4. Berapa banyak bilangan yang bernilai antara 450 dan 700 dapat disusun dari angka-angka 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 8 dimana angka-angka tersebut tidak boleh berulang.
  5. Ada 6 orang pria dan 3 wanita. Mereka akan membentuk sebuah penitia yang terdiri dari 5 orang. Berapa cara panitia dapat terbentuk bila harus terdiri sekurang-kurangnya 2 pria. 
  6. Dalam sebuah kotak terdapat 4 kelereng merah dan 6 kelereng putih. Dua kelereng diambil satu demi satu dengan pengembalian. Berapa peluang terambilnya kelereng putih kemudian kelereng merah.
  7. Sebuah kotak berisi 5 bola hijau dan 8 bola merah. Secara acak di ambil 3 bola sekaligus dari kotak tersebut. Berapa peluang  terambilnya 2 bola hijau dan 1 bola merah.
  8. Kotak I berisi 5 bola merah dan 4 bola putih. Kotak II berisi 4 bola hijau dan 6 bola biru. Dari masing-masing kotak diambil 3 bola sekaligus secara acak. Berapa peluang terambil 3 bola merah dari kotak I dan 3 bola biru dari kotak II. 
  9. Dalam sebuah kotak terdapat 4 bola merah dan 6 bola putih. Dari kotak itu diambil 2 bola sekaligus secara acak. Berapa peluang terambil sekurang-kurangnya 1 bola putih. 
  10. Dalam suatu populasi keluarga dengan tiga orang anak. Berapa peluang keluarga tersebut mempunyai paling sedikit dua anak laki-laki. 

Saturday, September 15, 2012

Pembelajaran "Student Centered"

  By : Erwin Syahputra, M.Pd 

Pada dasarnya belajar merupakan kegiatan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sejak lahir manusia telah melakukan kegiatan belajar untuk memenuhi kebutuhan mengembangkan dirinya. Oleh karena itu secara tidak langsung manusia telah melakukan belajar sebagai suatu kegiatan. Menurut teori belajar Behaviorisme bahwa belajar adalah perubahan tingkah laku yang terjadi berdasarkan paradigma Stimulus-Respon (SR), yaitu suatu proses memberikan respon tertentu kepada stimulus yang datang dari luar  (dalam Hamid, 2009:8). Sejalan dengan teori belajar tersebut, maka belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Belajar disini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan. Di dalam interaksi tersebut akan terjadi serangkaian pengalaman-pengalaman belajar. Namun pada dasarnya belajar merupakan proses yang menghendaki adanya perubahan perilaku akibat interaksi individu dengan lingkungan.
Sedangkan pembelajaran sebagai “upaya orang yang tujuannya adalah membantu orang belajar” (dalam Ismail, 2006:1.13). Dan secara lebih terinci Gagne mendefinisikan pembelajaran sebagai “seperangkat acara peristiwa eksternal yang dirancang untuk mendukung terjadinya beberapa proses belajar yang sifatnya internal” (dalam Ismail, 2006:1.13). Adapun salah satu yang mendukung proses pembelajaran agar dapat lebih terarah dan terciptanya pembelajaran yang “student centered” adalah metode/model/pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh pengajar (guru) dalam menginformasikan ilmunya kepada peserta didik. Pembelajaran yang konvensional (metode ceramah) adalah pembelajaran yang kebanyakan dapat menimbulkan kebosanan khususnya pada pembelajaran MATEMATIKA.
Sebagai guru matematika, berusahalah menggunakan metode pembelajaran yang dapat mengarahkan siswa untuk lebih aktif dalam belajar, jadikanlah para peserta didik sebagai SUBJEK belajar bukan OBJEK. Banyak metode pembelajaran yang dapat diterapkan, misalnya Metode Inkuiri bersifat Open Ended, Pembelajaran Problem Based Learning, Pembelajaran TUTOR sebaya, dan Metode Brain Based Learning. Adapun peranan utama guru dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang “studen centered” menurut Gulo (2002:86) adalah sebagai berikut:
  1. Motivator, yang memberikan rangsangan supaya siswa aktif dan gairah berpikir.
  2. Fasilitator, yang menunjukkan jalan keluar jika ada hambatan dalam proses berpikir siswa.
  3. Penanya, untuk menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka perbuat dan memberikan keyakinan pada diri sendiri.
  4. Administrator, yang bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan di dalam kelas.
  5. Pengarah, yang memimpin arus kegiatan berpikir siswa pada tujuan yang diharapkan.
  6. Manajer, yang mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas.
  7. Rewarder, yang memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai dalam rangka peningkatan semangat heuristik pada siswa.
Diharapkan dengan menggunakan metode pembelajaran yang lebih mengedepankan siswa sebagai subjek belajar maka dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan bahkan hasil belajar siswa untuk mendapatkan hasil yang optimal. Amin…

Friday, September 14, 2012

Matematika "Materi KOMBINATORIKA"


  1. Dari angka-angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 dibuat bilangan dengan susunan angka berbeda yang besarnya antara 30 dan 6000. Banyaknya bilangan yang bisa dibuat adalah .....
a.    600          b. 750          c. 780          d. 800          e. 840   

  1. Dari 5 ekor lembu dan 8 ekor kambing dipilih 2 ekor lembu dan 3 ekor kambing untuk dijadikan hewan kurban. Banyaknya cara memilih adalah .....
a.    560          b. 600          c. 640          d. 680          e. 980

  1. Dari 6 pria dan 7 wanita dipilih 4 orang untuk mengurus suatu organisasi. Jika banyaknya pengurus wanita paling sedikit 2 orang, maka banyaknya cara memilih keempet orang tersebut adalah .....
a.    780          b. 700          c. 645         d. 560           e. 324

  1. Dari sembilan orang siswa akan dibentuk 3 kelompok, masing-masing beranggota tiga orang. Banyaknya cara membentuk ketiga kelompok tersebut adalah .....
a.    270          b. 280          c. 290          d. 500          e. 860

  1. Dari 10 orang akan dipilih 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 2 orang untuk menjadi ketua dan wakilnya. Banyaknya cara memilih adalah .....
a.    30240      b. 10340      c. 40123      d. 40000      e. 7890

  1. Dari 10 orang dipilih 3 pasang pemain ganda badminton dan 2 pasang pemain ganda tenis. Banyaknya cara memilih adalah .....
a.    630          b. 678         c. 870          d. 980          e. 900

  1. Suatu sekolah membentuk tim delegasi yang terdiri dari 4 anak kelas I, 5 anank kelas II, dan 6 anak kelas III. Kemudian akan ditentukan pimpinan yang terdiri dari ketua, wakil ketua, dan sekretaris. Jika asal kelas ketua harus lebih tinggi dari kelas asal wakil ketua dan sekretaris, maka banyaknya kemungkinan susunan pimpinan adalah .....
a.    156          b. 492          c. 546          d. 600          e. 720

  1. Dari bilangan-bilangan 100, 101, 102, 103, ........., 599  maka banyaknya bilangan yang mengandung angka 3 adalah ......
a.    156          b. 167          c. 176          d. 276          e. 234

  1. Empat buku matematika, tiga buku fisika, dan tiga buku kimia disusun pada sebuah rak buku. Jika buku sejenis harus disatukan maka banyaknya cara menyusun adalah .....
a.    4356        b. 5184        c. 6234        d. 6789        e. 7689

  1. Empat orang Indonesia, tiga orang Jepang, dan 3 orang Belanda duduk pada sebuah kursi melingkar. Jika orang yang sebangsa duduknya harus disatukan maka banyaknya posisi orang duduk adalah .....
a.    1728        b. 1768        c. 1890        d. 2045        e. 2467





7 Sikap Orang Sukses

Ada Tujuh ciri SIKAP ORANG SUKSES yang amat menarik untuk diperbincangkan, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Orang sukses mempunyai kemampuan untuk mengarahkan dan memimpin dirinya sendiri.  Ia tidak ditentukan oleh situasi lingkungannya. Di antara banyak karyawan yang suka mangkir kerja dan terlambat masuk kantor, karyawan berkepribadian sukses selalu rajin dan datang lebih awal. Di antara manusia yang suka mengeluh, ia tak mengucapkan kalimat-kalimat keluhan walaupun banyak hal bisa dikeluhkannya. Orang-orang yang suka mengambing-hitamkan situasi, lingkungan, dan orang lain di sekitarnya, jelaslah bukan tipe ini. 
  2. Orang sukses berkemampuan untuk memahami diri mereka, memahami orang lain, dan memahami pekerjaan mereka. Dan, ini jauh lebih penting bahwa mereka mau belajar memahami segala sesuatu. Biasanya orang sukses itu selalu tidak suka berkata “Anda harus memahami saya”, artinya tidak suka menuntut orang lain menyesuaikan diri dengan mereka, tetapi justru sebaliknya.
  3. Keberanian bertindak merupakan hal yang melekat dalam diri orang berkepribadian sukses. Apapun resiko yang menghadang langkahnya, tak membuat mereka mundur. Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa mereka berprinsip “lebih baik bertindak, walau kelak terbukti tindakan itu salah daripada takut bertindak dan karenanya tidak pernah melakukan sesuatu”. Manusia yang hanya banyak bicara dan tidak pernah berani menyatakan pilihan sikap yang berbeda dengan orang lain, tidak masuk dalam kategori ini.
  4. Sifat kikir dan egosentris tidak membuat seseorang meraih sukses. Kemurahan hati, murah dalam memberikan pujian, suka menolong, bersedia membagi hak miliknya kepada orang lain, adalah sifat-sifat yang menyertai kesuksesan seseorang.
  5. Orang sukses memiliki harga diri yang sehat. Suka mengemis, meminta belas kasihan, dan mentalitas budak bertentangan dengan tabiat orang sukses di segala zaman.
  6. Orang sukses menerima kelemahan-kelemahan mereka, sekaligus mengetahui bahwa dalam diri mereka terdapat kekuatan-kekuatan yang unik dan berbeda dengan orang lain. Mereka enggan menyediakan banyak waktu untuk meratapi kelemahan-kelemahan mereka, tetapi berusaha keras mengembangkan potensi-potensi positif yang telah dikaruniakan Tuhan YME kepadanya.
  7. Kepercayaan diri ini berkaitan erat dengan penerimaan diri, sebab percaya diri merupakan akibat dari adanya self-acceptance dan self-respect. Sikap minder dan arogan adalah musuh besar kepribadian sukses.