Menurut Anna
Poedjiadi (2005:75) menyatakan bahwa metode adalah
seperangkat langkah (apa yang harus dikerjakan) yang tersusun secara
sistematis (urutannya logis). Sedangkan pembelajaran merupakan proses interaksi
yang dilakukan oleh guru dan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas
dengan menggunakan berbagai sumber belajar sebagai bahan kajian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran dapat diartikan sebagai "cara" yang akan digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Beberapa contoh metode pembelajaran adalah sebagai berikut:
- Metode Ceramah
- Metode Demonstrasi
- Metode Diskusi
- Metode Bermain Peran (Role Playing)
Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang memberikan informasi kepada siswa baik formal maupun informal. Metode ceramah dalam proses belajar mengajar sesungguhnya tidak dapat
dikatakan suatu metode yang salah. Karena tugas gurulah yang
nantinya dapat dieksploitasi atau dikreasikan menjadi suatu metode
ceramah yang menyenangkan, tidak seperti pada metode ceramah klasik yang
terkesan mendongeng. Metode ceramah dalam penerapannya di dalam proses belajar mengajar juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah dapat mencakup banyak siswa dan tidak banyak memerlukan banyak peralatan serta penyaji dapat tepat waktu. Kekurangannya adalah tidak mendorong seseorang untuk mengingat semua materi, partisipasi siswa terbatas, penilaian siswa terbatas pada kemampuan siswa, dan tidak ada keseimbangan berpikir antara guru dengan siswa.
Metode Demosntrasi

Metode Demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau menunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demonstrasi dapat dilakukan dengan menunjukan benda baik yang sebenarnya maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode demonstrasi adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang (guru) dengan memperlihatkan suatu proses. Ada beberapa kelebihan dan keurangan jika metode demonstrasi ini diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Kelebihannya adalah dapat menimbulkan minat siswa, pembelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit, siswa terlibat dalam sebuah proses pelaksanaan, perhatian siswa akan lebih dipusatkan, dan proses pembelajaran menjadi lebih terarah terhadap materi yang akan dipelajari. Kekurangannya adalah tidak semua guru dapat melakukan dengan baik, memerlukan waktu persiapan yang agak lama, peralatan terlalu mahal dan sering dilakukan oleh kelompok terbatas.
Metode Diskusi
Metode diskusi
adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan menyajikan materi melalui
pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya
sangat terbuka. Suatu diskusi menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu
melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.
Dengan kata lain, metode diskusi merupakan ajang bertukar pikiran di antara
sejumlah orang dalam membahas masalah yang dilaksanakan secara teratur, dan
bertujuan untuk memecahkan masalah secara bersama. Kelebihan metode
diskusi adalah siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran,
mengembangkan rasa tanggung jawab dan percaya diri, ide berkembang, terbuka,
terarah, dan memperoleh banyak informasi. Kekurangannya adalah
memerlukan banyak waktu, memerlukan persiapan yang matang dan perlu waktu untuk
siswa yang bersifat pemalu.
Metode Bermain Peran

Metode bermain peran (role playing) adalah berperan atau memainkan
peranan dalam dramatisasi masalah sosial atau psikologis. Bermain peran
adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang di gunakan unutk menjelaskan
perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan,
sudut pandangan dan cara berfikir orang lain. Melalui metode bermain
peran siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi, dengan bantuan
kelompok sosial yang anggotanya teman-temannya sendiri. Dengan kata lain metode
ini berupaya membantu individu melalui proses kelompok sosial. Melalui bermain
peran, para siswa mencoba mengeksploitasi masalah-masalah hubungan antar
manusia dengan cara memperagakannya, dan hasilnya didiskusikan dalam kelas. Proses
belajar dengan menggunakan metode bermain peran diharapkan siswa mampu
menghayati tokoh yang dikehendaki, keberhasilan siswa dalam menghayati peran
itu akan menetukan apakah proses pemahaman, penghargaan dan identifikasi
diri terhadap nilai berkembang. Kelebihan metode bermain peran adalah dapat mendorong keterlibatan siswa lebih mendalam dan memusatkan perhatian pada aspek yang dikehendaki. Kekurangannya adalah keengganan melakukan peran, tidak menghayati, kurang realistik karena dianggap dialog biasa.
Wahai Pendidik...
Teruslah berjuang demi anak didik kita untuk kehidupan mereka di masa depan. Yakin dan percaya Allah SWT akan melipatgandakan amal kita untuk kehidupan abadi kita. Amin...
Salam Dahsyat,
Erwin Syahputra, M.Pd