ACARA BEDAH BUKU CHAIRUL TANJUNG SI ANAK SINGKONG

Guru-guru SMA Unggulan CT Foundation Berfoto Bersama Bapak Chairul Tanjung dan Ibu Anita Chairul Tanjung.

HUT CT ARSA FOUNDATION KE-11 TAHUN

Photo Bersama Tim Manajemen SMAU CT Foundation Bersama Perwakilan Yayasan CT Arsa Foundation di Jakarta.

Pelatihan Instruktur Nasional (IN) Guru Pembelajar Tahun 2016

Photo Bersama Tim IN Guru Pembelajar Tingkat SMA Bidang Studi Matematika Tahun 2016 Saat Selesai Pelatihan.

DISKUSI BERSAMA SISWA SMAU CT FOUNDATION DI LUAR KBM

Erwin Dahsyat Sedang Diskusi Bersama Siswa Tentang Perkembangan Dunia Pendidikan.

TAMASYA KE SAMOSIR DANAU TOBA SUMUT

Semua Pegawai, Guru, dan Tim Manajemen Mengikuti Pelatihan Sambil Bertamasya di Samosir Danau Toba SUMUT Tahun 2012.

Thursday, May 23, 2013

PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR BUAT SISWA



Sejalan dengan pergeseran makna pembelajaran dari pembelajaran yang berorientasi kepada guru (teacher oriented) ke pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik (student oriented), maka peran guru dalam proses pembelajaran pun mengalami pergeseran, salah satunya adalah penguatan peran guru sebagai motivator. Dengan demikian, dalam hal ini selain peran guru sebagai pendidik dan pengajar juga peran guru dituntut sebagai motivator bagi siswanya. Karena dengan demikian, siswa tidak akan mengalami titik jenuh dalam belajar dan pada akhirnya minat dan motivasi siswa dalam belajar terus meningkat.

Motivator adalah seseorang yang memberikan motivasi atau semangat baik kepada individu, organisasi, atau perusahaan dengan tujuan dapat meningkatkan semangat dan kualitas hidup. Menjadi seorang motivator tidaklah mudah ia harus tahu bagaimana menarik simpati orang dengan kata-katanya. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Proses pembelajaran akan berhasil manakala peserta didik mempunyai motivasi dalam belajar. Oleh sebab itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga terbentuk perilaku belajar peserta didik yang efektif. Secara umum motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi Ektrinsik.
  1. Motivasi Intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. 
  2. Motivasi Ekstrinsik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, tidak dapat mempengaruhi perhatiannya. Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau melakukan belajar.

Terlepas dari kompleksitas dalam kegiatan pemotivasian dalam belajar, dengan merujuk pada pemikiran Wina Sanjaya (2008), di bawah ini dikemukakan beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa, di antaranya adalah sebagai berikut:
  1. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai
  2. Membangkitkan minat siswa
  3. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
  4. Berilah pujian yang wajar terhadap setiap keberhasilan siswa
  5. Berikan penilaian
  6. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
  7. Ciptakan persaingan dan kerja sama.
Di samping beberapa hal yang harus dilakukan oleh guru dalam membangkitkan motivasi belajar siswa di atas, adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain yang sifatnya negatif seperti memberikan hukuman, teguran, dan memberikan tugas yang sedikit berat (menantang). Namun, teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam kasus-kasus tertentu. Beberapa ahli mengatakan dengan membangkitkan motivasi dengan cara-cara semacam itu lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya membangkitkan motivasi dengan cara negatif dihindari. Dengan demikian, marilah secara bersama-sama kita sebagai guru yang profesional untuk terus selalu berpikir positif dan pantang menyerah dalam mencerdaskan anak kita sebagai penerus generasi bangsa. Mari kita tingkatkan lagi peran kita selain menjadi pendidik, pengajar, dan lain sebagainya. Kita juga harus selalu tingkatkan peran kita sebagai motivator bagi siswa kita. 

Salam Dahsyat,
Erwin Syahputra, M.Pd

Monday, May 20, 2013

WAW... ADA TRIK DAHSYAT MENUMBUHKAN KREATIVITAS ANAK

Terkadang para orang tua kesal atau jengkel melihat anaknya NAKAL atau dengan kata lain susah diatur. Terkadang kesukaan anak selalu memainkan peran yang negatif, seperti kertas yang disobek-sobek, tembok yang dicoret-coret, mainan yang berhamburan disana-sini, dan lain sebagainya. Tindakan yang demikianlah yang membuat para orang tua kesal sehingga akhirnya anak dimarahi. Sebenarnya, di dunia pendidikan tidak ada istilah anak nakal, tetapi yang ada adalah anak kreatif. Kreatifitas tidak hanya bakat dalam bidang seni dan musik, akan tetapi meliputi cara berpikir kreatif dalam setiap bidang.

Eh, ternyata kreatifitas bukan tergantung pada IQ. Anak yang kreatif memiliki taraf kecerdasan yang tinggi, tetapi belum tentu memperoleh angka yang tinggi dalam tes IQ, terutama yang mengukur kemampuan akademis. Kreativitas anak merupakan proses pembelajaran yang terus menerus dan harus dilakukan sejak dini.

Ternyata, peran orang tua sangat penting dalam menemukan cara untuk meningkatkan kreativitas anak, kemampuan ini perlu dirangsang dan diberi pengarahan sejak bayi. Hal ini harus dilakukan karena kreativitas anak mulai meningkat sejak umur 3 tahun, mencapai puncaknya usia 4 sampai 4,5 tahun lalu menurun pada usia 5 tahun ketika anak masuk sekolah. Ini terjadi karena tekanan guru dan teman yang menuntut dia agar menyesuaikan diri. Berikut beberapa cara menumbuhkan kreativitas anak yang saya kutip dari Buku "Cara Mengembangkan Kreativitas Anak" oleh Reynold Bean.


  1. Beri kesempatan anak untuk menyampaikan perasaan, keinginan dan gagasannya tanpa mencela atau membuatnya malu.
  2. Hormatilah cara anak mengekspresikan kreativitasnya dengan memberikan pengakuan dan pujian terhadap  proses kreatif yang dilakukannya.
  3. Ciptakanlah lingkungan rumah yang kaya akan peluang mengekspresikan diri dengan menyediakan sumber daya seperti mainan, buku, benda bekas, ruang dan waktu untuk berkreativitas.
  4. Tanyakan terlebih dahulu pendapat atau penilaian anak terhadap hasil karyanya sebelum orang disekitarnya memberikan penilaian.
  5. Akui dan hargai hasil karya anak dengan membingkainya, menempel hasil karya dan bahkan memujinya.
  6. Hindarkan tindakan membanding-bandingkan anak dengan temannya, atau dengan kakak atau adiknya.
  7. Biarkan anak bermain dengan gembira. Karena bermain adalah wujud kreativitas bagi anak. Pada waktu bermain, anak akan merasa gembira dan pada saat itulah kreativitas akan mengalir deras.
Perlu diingat, bila hal tersebut di atas dilakukan sebaliknya, tentunya hal itu akan membunuh kreativitas anak. Hal ini biasanya dilakukan oleh orang dewasa disekitar anak, maka selayaknya kita mengembangkan kreativitas anak kita dengan melakukan hal-hal tersebut di atas dengan sebaik mungkin.

Selamat Menjadi Orang Tua Dari Anak Yang CERDAS,,,,,
Salam Dahsyat,,,,