Tuesday, April 9, 2013

METODE PEMBELAJARAN

Menurut Anna Poedjiadi (2005:75) menyatakan bahwa metode adalah seperangkat langkah (apa yang harus dikerjakan) yang tersusun secara sistematis (urutannya logis). Sedangkan pembelajaran merupakan proses interaksi yang dilakukan oleh guru dan siswa, baik di dalam maupun di luar kelas dengan menggunakan berbagai sumber belajar sebagai bahan kajian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran dapat diartikan sebagai "cara" yang akan digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Beberapa contoh metode pembelajaran adalah sebagai berikut:
  1. Metode Ceramah
  2. Metode Demonstrasi
  3. Metode Diskusi
  4. Metode Bermain Peran (Role Playing)
Metode Ceramah
Metode ceramah adalah metode yang memberikan informasi   kepada siswa baik formal maupun informal. Metode ceramah dalam proses belajar mengajar sesungguhnya tidak dapat dikatakan suatu metode yang salah. Karena tugas gurulah yang nantinya dapat dieksploitasi atau dikreasikan menjadi suatu metode ceramah yang menyenangkan, tidak seperti pada metode ceramah klasik yang terkesan mendongeng. Metode ceramah dalam penerapannya di dalam proses belajar mengajar juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan. Kelebihannya adalah  dapat mencakup banyak siswa dan tidak banyak memerlukan banyak peralatan serta penyaji dapat tepat waktu. Kekurangannya adalah tidak mendorong seseorang untuk mengingat semua materi, partisipasi siswa terbatas, penilaian siswa terbatas pada kemampuan siswa, dan tidak ada keseimbangan berpikir antara guru dengan siswa.

Metode Demosntrasi
Metode Demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau menunjukan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demonstrasi dapat dilakukan dengan menunjukan benda baik yang sebenarnya maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa metode demonstrasi adalah suatu metode pembelajaran yang dilakukan oleh seseorang (guru) dengan memperlihatkan suatu proses. Ada beberapa kelebihan dan keurangan jika metode demonstrasi ini diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Kelebihannya  adalah dapat menimbulkan minat siswa, pembelajaran menjadi lebih jelas dan konkrit, siswa terlibat dalam sebuah proses pelaksanaan, perhatian siswa akan lebih dipusatkan, dan proses pembelajaran menjadi lebih terarah terhadap materi yang akan dipelajari. Kekurangannya adalah tidak semua guru dapat melakukan dengan baik, memerlukan waktu persiapan yang agak lama, peralatan terlalu mahal dan sering dilakukan oleh kelompok terbatas.

 Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan menyajikan materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah. Dengan kata lain, metode diskusi merupakan ajang bertukar pikiran di antara sejumlah orang dalam membahas masalah yang dilaksanakan secara teratur, dan bertujuan untuk memecahkan masalah secara bersama. Kelebihan metode diskusi adalah siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, mengembangkan rasa tanggung jawab dan percaya diri, ide berkembang, terbuka, terarah, dan memperoleh banyak informasi. Kekurangannya adalah memerlukan banyak waktu, memerlukan persiapan yang matang dan perlu waktu untuk siswa yang bersifat pemalu.


Metode Bermain Peran
Metode bermain peran (role playing) adalah berperan atau memainkan peranan dalam dramatisasi masalah sosial atau psikologis. Bermain peran adalah salah satu bentuk permainan pendidikan yang di gunakan unutk menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandangan dan cara berfikir orang lain. Melalui metode bermain peran siswa diajak untuk belajar memecahkan masalah pribadi, dengan bantuan kelompok sosial yang anggotanya teman-temannya sendiri. Dengan kata lain metode ini berupaya membantu individu melalui proses kelompok sosial. Melalui bermain peran, para siswa mencoba mengeksploitasi masalah-masalah hubungan antar manusia dengan cara memperagakannya, dan hasilnya didiskusikan dalam kelas. Proses belajar dengan menggunakan metode bermain peran diharapkan siswa mampu menghayati tokoh yang dikehendaki, keberhasilan siswa dalam menghayati peran itu akan menetukan apakah proses  pemahaman, penghargaan dan identifikasi diri terhadap nilai berkembang. Kelebihan metode bermain peran adalah dapat mendorong keterlibatan siswa lebih mendalam dan memusatkan perhatian pada aspek yang dikehendaki. Kekurangannya adalah keengganan melakukan peran, tidak menghayati, kurang realistik karena dianggap dialog biasa.
 
Wahai Pendidik...
Teruslah berjuang demi anak didik kita untuk kehidupan mereka di masa depan. Yakin dan percaya Allah SWT akan melipatgandakan amal kita untuk kehidupan abadi kita. Amin...
Salam Dahsyat,


Erwin Syahputra, M.Pd







0 comments:

Post a Comment

Berkomentarlah dengan sopan